hati yang kuat hubungannya dengan Ilahi akan lebih merasai nikmat manisnya iman..
08 November 2010
Jangan Bertawakkal Pada Matamu,Tapi Pada Allah..
Lalu Al Banna berkata: ”mengapa kamu tidak mencoba untuk masuk kemiliteran (menjadi tentara)?"
“Saya punya masalah dengan mata saya” jawab Asisi, ”saya takut tak bisa lulus dalam ujian menembak”
“Tak apa,bertawakallah pada Allah”kata Syaikh Al Banna.
“Bagaimana saya akan bertawakal kepada Allah, sementara saya mengetahui ada masalah dengan mata saya?
“Justru itu”jawab Al Banna” Bertawakkalah kepada Allah, kalau matamu sehat, boleh jadi kamu akan bertawakal kepada matamu”.
Abbas Asisi mengikuti saran Al Banna, ia masuk kemiliteran, saat mengikuti ujian menembak, hatinya kembali diliputi keraguan,tapi ia ingat pesan gurunya itu, maka ia berusaha maksimal dan menyerahkan kepada Allah saja, ternyata ia lulus sebagai peserta terbaik dalam ujian menembak itu.
Saudaraku... Ada pelajaran penting dari cerita ini, Syaikh Al Banna mengingatkan Abbas Asisi, Jika matanya sehat boleh jadi ia akan bertawakal pada matanya bukan kepada Allah.
Inilah yang sering terjadi pada kebanyakan manusia... Ketika ia dalam kondisi baik dan mampu,sering tanpa sadar merasa bahwa apa yang diperolehnya sekarang yang membuat dirinya berhasil,adalah berdasarkan buah dari kemampuan dirinya,
Ia menjadi sombong seperti Qarun yang mengklaim kekayaanya adalah hasil dari kepandaian dan kemampuannya sendiri tanpa ada campur tangan Allah.
Padahal mudah bagi Allah menghancurkan seseorang semudah Allah memuliakan Sesorang.
Dan ketika kita ditimpa kegagalan, kita menjadi mudah putus asa, kita mengeluh pada Allah, bahwa semuanya sudah kita penuhi, tapi mengapa juga masih mengalami kegagalan. Kita lupa bahwa Allahlah yang menentukan segala sesuatu,dan bisa jadi ketentuan Allah berbeda dengan keinginan kita, apa yang ditetapkan Allahlah yang bakal terjadi.
Nasihat Syaikh Al Banna,juga menyadarkan kita,bila kita mempunyai kemampuan terbatas atau tubuh yang tidak sempurna, tidak menjadi halangan buat kita untuk terus berusaha mencapai apa yang kita cita-citakan. Kita tetap terus berusaha dan menyerahkan hasilnya kepada Allah.bertawakallah kepada Allah dalam beramal, maka jiwa kita akan tenang.
Bertawakallah kepada Allah, boleh jadi kita akan terkejut dan tersenyum melihat hasilnya, Kalau Allah berkehendak, apa yang kita rencanakan bisa saja berhasil,walaupun mungkin kelihatan mustahil.
إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ ما بِقَومٍ حَتّىٰ يُغَيِّروا ما بِأَنفُسِهِم
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11
http://www.alimmahdi.com/2010/09/jangan-bertawakkal-pada-matamutapi-pada.html
Selamat menjawab exam kepada semua sahabat2.. ayuh bertawakal kepadaNya.. gambate!
01 November 2010
Study Week
kawan1: sy tak ingat la bnda ni~
kawan2: haa.. klu mcm ni ingat yg ni..
Kalau Saya Hantu
Tak Takut Saya
K stand for Cos
T stand for Tangen
(rumus matematik)
Mungkin kita nampak biasa saja rumus ini.. Tetapi bagi saya, tidak. Mengapa saya kata begitu? Cuba kita lihat pada ayat yang pertama.
Saya Takut Hantu : ia melambangkan akidah kita sbg seorang muslim di mana Hanya Allah yg berhak ditakuti..
Bagi ayat yang kedua pula iaitu Kalau Saya Hantu: words kalau itu sendiri tak dibenarkan dalam islam. Ia melambangkan yang kita tidak bersyukur dgn ap yg kita ada. Qada' dan qadar yang telah Allah tetapkan sejak di Luh Mahfuz lagi.
Astaghfirullah.. Tapi, kita menganggap ia sebagai perkara biasa dalam kehidupan kita seharian.
Apabila sesuatu perkara yang tidak diingini terjadi kepada kita..
kita mengeluh:
"kalaulah perkara tadi tak jadi.. tentu sekian, sekian, sekian.."
"kalaulah ak tak buat mcm tu.. mesti mcmni..."
Islam adalah cara hidup. Dari sebesar2 perkara hingga sekecil2 perkara.. dari memerintah negara hingga mengetip kuku sekalipun, islam ajar. Subhanallah. Indah sungguh islam ini. Semoga kita diberi kekuatan untuk istiqamah dalam melaksanakan islam sebagai cara hidup kita dalam hari-hari kita. InsyaAllah.
Apa2 pun ia hanyalah rumus. Tapi mungkin dari rumus saja, bimbang pula jika kita terjemahkan ia dalam kehidupan kita.
Adakah kita merasa izzah dengan islam dan bersyukur dengan nikmat iman dan islam yg sedang kita rasai ketika ini..?
29 Oktober 2010
erti bersahabat
Dalam dunia ini,
Kita tidak punya sesiapa kecuali diri sendiri.
Tetapi dalam kita bersendiri,
Kita beruntung kerana mempunyai seorang sahabat yang memahami kita.
Sebagaimana kita mengharapkan keikhlasan dan kejujuran seorang sahabat, begitu juga dia.
Tetapi kita sering terlupa akan hal itu.
Kita cuma mengambil kira tentang harapan dan perasaan kita.
Kita rasa dikhianati bila dia tidak menepati janjinya.
Kita tidak memberi dia peluang untuk menerang keadaannya.
Bagi kita, Itu alasannya untuk menutup kesilapan dan membela diri.
Kita terlupa, kita juga pernah membiarkan dia ternanti-nanti..
Kerana kita juga ada janji yang tidak ditepati.
Kita beri beribu alasan, memaksa dia menerima alasan kita.
Waktu itu, terfikirkah kita tentang perasaannya??
Seperti kita, dia juga tahu rasa kecewa.. tetapi kita sering terlupa.
Untungnya mempunyai seorang kawan yang sentiasa di sisi kita pada waktu kita memerlukan dia.
Dia mendengar luahan perasaan kita, segala rasa kecewa dan ketakutan, harapan dan impian kita luahkan,
Dia memberi jalan sebagai laluan penyelesaian masalah.
Selalunya kita terlalu asyik bercerita tentang diri kita,
Hingga kadang-kadang terlupa kawan kita juga ada cerita yang ingin dikongsi bersama kita.
Pernahkah kita memberi dia peluang untuk menceritakan tentang rasa bimbangnya, rasa takutnya?
Pernahkah kita menenangkan dia sebagaimana dia pernah menyabarkan kita?
Ikhlaskah kita mendengar tentang kejayaan dan berita gembiranya?
Mampukah kita menjadi sumber kekuatannya seperti mana dia meniup semangat setiap kali kita merasa kecewa dan menyerah kalah?
Dapatkah kita yakinkan dia bahawa kita boleh dipercayai, kita boleh dijadikan tempat untuk bersandar bila terasa lemah, agar tidak rebah?
Bolehkah kita menjadi bahu untuk dia sandarkan harapan?
Sesekali jadilah kawan yang mendengar dari yang hanya bercerita.
Ambillah masa untuk memahami hati dan perasaan kawan,
Kerana dia juga seorang manusia; dia juga ada rasa takut, ada rasa bimbang, sedih dan kecewa.
Dia juga ada kelemahan dan Dia juga perlukan kawan sebagai kekuatan.
Jadilah kita kawannya itu. Kita selalu melihat dia ketawa, tetapi mungkin sebenarnya dia tidak setabah yang kita sangka.
Disebalik senyumannya itu, mungkin banyak cerita sedih yang ingin diluahkan,
disebalik kesenangannya, mungkin tersimpan seribu kekalutan,
kita tidak tahu.. tetapi jika kita cuba jadi sahabat seperti dia, mungkin kita akan tahu.
Mari menjadi hamba plus khalifah yang Allah cinta.. :D
03 Oktober 2010
kapur dan pemadam
"Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid- muridnya. Ia duduk menghadap murid- muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Guru itu berkata, "Saya ada satu permainan... Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat pemadam ini, maka katalah "Pemadam!"
Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, "Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka sebutlah "Pemadam!", jika saya angkat pemadam, maka katakanlah "Kapur!". Dan diulangkan seperti tadi, tentu saja murid-murid tadi keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti.
Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. "Murid-murid, begitulah kita umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membedakannya. Namun kemudian, musuh musuh kita memaksakan kepada kita dengan berbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tamamungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Dan anda mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika.
"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang aneh, Zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend, hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain." "Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, anda sedikit demi sedikit menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. Paham?" tanya Guru kepada murid- muridnya. "Paham bu guru..."
"Baik permainan kedua..." begitu Guru melanjutkan.
"Ibu Guru ada Qur'an, Ibu Guru akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang anda berdiri di luar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?" Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencuba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain.
Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet. "Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. .. Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-injak anda dengan terang- terang...Karena tentu anda akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan- lahan dari pinggir, sehingga anda tidak sadar.
"Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibuat pondasi yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kursi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan. ..."
"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghantam terang- terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai dari perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka... Dan itulah yang merekainginkan." "Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kita... "
"Kenapa mereka tidak berani terang-terang menginjak-injak Ibu Guru?" tanya murid- murid. "Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi." "Begitulah Islam... Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru merekaakan sadar".
"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang...." Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya..."
sedar tak sedar, memang inilah realiti yg sedang berlaku.. jika 'mereka' memijak islam dgn terang2an, pasti mereka takut akan semangat jihad umat Islam.. oleh itu, 'mereka' merancang sesuatu supaya org islam sendiri meninggalkan islam sedikit demi sedikit..tak merasa izzah dgn islam, tak merasa bangga dgn islam yang ada pd dirinya bahkan melekehkan dan mempersoalkan islam..
tentang mengapa perlunya menutup aurat, menjaga pergaulan antara lelaki dan permpuan dan sbgainya.. ketahuilah, apa yg Allah perintahkan, itulah yg terbaik..
layakkah kita memilih sesuatu yg lain, setelah Allah turunkan ketetapannya?
oleh itu bersyukurlah dgn nikmat islam dan nikmat iman yg sedang anda rasai hari ini..
"Wahai orang2 yg beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dgn org2 yg benar." (surah at-Taubah:119)
07 April 2010
mencari cinta..

FITRI: Fahmi, boleh tolong aku tak? Aku rasa buntu betullah…
Fahmi: apa dia? Sekiranya boleh, aku tolong…
Fahmi : Oh…(senyum saja)
Fitri : Aku sayangkan kekasih aku. Disebabkan dia, aku faham semua mengenai cinta manusia ini yang aku tidak pernah rasa sebelum ini. Nikmat cinta itu…uish! Tidak boleh hendak cakap bagaimana. Tetapi aku rasa tak selesa. Aku rasa bersalah. Aku seperti sudah menzalimi Dia, tidak meletakkan Dia di tempat yang sepatutnya…
Fahmi : Ok…(angguk)
Fitri : Aku nak tahu bagaimana rasanya cinta Tuhan seperti aku faham cinta manusia…aku pernah cinta pada nabi apabila mendengar kisah beliau dalam menyampaikan dakwah. Bermula daripada awal kehidupan, beliau sudah diuji dengan kematian ayah dan ibu, datuk dan kemudian bapa saudara. Pada masa beliau memerlukan sokongan bagi menghadapi segala kesukaran, isteri beliau, khadijah pula pergi menghadap Tuhan.
Fahmi : (Senyum)
Fitri : Sampai ke nafas terakhir, nabi masih risaukan umatnya. Roh sudah sampai ke leher, masih sebut “ummati, ummati,ummati.” Aku rasa sebak , fahmi! Tetapi aku rasa macam tidak lengkap kerana aku tidak dapat berasa begitu pada Tuhan. Aku rasa sedih mengenangkan ketidakupayaan aku ini.
Fahmi : Fitri, tahniah kerana kau begitu bersungguh hendak mencari cinta Tuhan. Tidak ramai orang yang berfikir seperti kau. Aku pun jika kau tidak cakap, aku tidak ingat.Tidak berfikir. Aku bangga dengan kau.
Fitri : Aku kesal tidak menunjukkan apa-apa yang aku cintakan Dia. Para ustaz memilih hidup sebagai ustaz, berdakwah, menyampaikan ajaran Tuhan kerana mereka cintakan Tuhan. Cat Steven, memilih menjadi Yusof Islam kerana dia cintakan Tuhan. Kumpulan Raihan tidak mengharapkan glamor sebagai artis, lebarkan sayap kembara serata dunia, sebab cintakan Tuhan. Aku? Apa yang aku sudah buat? Sedangkan dalam hati ini pun masih tidak tenang.

Fahmi : Fitri, kau perlu ingat, tuhan tidak mengukur tingginya nilai manusia pada luaran. Bukan pada harta dan rupa. Tetapi dalam hati kita. Siapa tahu bagaimana hati kita selain kita dan Dia? Takda orang lain yang tahu.
Fitri : (mula mendengar)
Fahmi : iman kita ini turun naik. Suatu hari kita tangiskan apa yang kita sudah buat selama ini. Suatu hari pula, kita membuat maksiat, macam tidak ingat Tuhan. Kau tidak boleh bandingkan hati kau dengan hati kau yang kau sebut itu. Memang pada kita mereka hebat kerana daripada luarnya seperti sudah capai apa yang terbaik di sisi Tuhan. Tetapi kita tak pernah tahu apa yang dalam hati mereka kan? Ustaz bukan maksum. Tidak semua pelacur jahat.
Fitri : apa maksud kau?
Fahmi : kita menjadi hairan dengan pelbagai cerita tidak baik yang kita dengar pasal budak lepasan sekolah agama, bukan? Kita tidak boleh salahkan sekolah. Kita salahkan pelajar itu yang tidak mengamalkan apa yang dipelajari. Masa di sekolah dahulu mungkin baik, apabila ke university, seperti rusa masuk Bandar. Terkejut. Kita selalu memandang serong pada pelacur. Kita hina mereka, kata mereka itu perosak agama dan bangsa. Tetapi tidak pula kita bertanya, kenapa mereka membuat kerja2 itu? Tidak pula kita cuba bimbing mereka kembali dengan cara hidup yang betul!
Fitri : apa yang kita nampak baik, tidak semestinya baik dan apa yang kita nampak jahat pula tidak semestinya jahat.
Fahmi : ya, begitulah, fitri. Jahat atau baiknya seseorang hanya Tuhan yang tahu. Kita tidak layak hendak cakap apa2 kerana kita tidak ada penimbang. Tiada dacing yang boleh tahu dengan tepat samada dia ini jahat ataupun baik. Segalanya ada pada hati dan iman.
Fitri : sebenarnya, tiada orang yang hendak jadi jahat. Fitrah manusia, kea rah kebaikan. Itu yang Tuhan jadikan. Kejahatan itu manusia yang pilih. Sebab kita semua ada freedom of choice.
Fahmi : ya, hidup satu pilihan.
Fitri : bagaimana mengenai cerita aku?
Fahmi : tamat mengenai nilaian Tuhan. Kita balik macam mana nak cari cinta Dia. Cinta ini bergantung pada hidayahNya. Jika Dia hendak beri, Dia berilah. Macam biasa, jika kita hendak, kita kena berusaha. Kita berdoa dan mohon diberikan hidayah supaya merasai nikmatnya iman. Macam rasa cinta pada manusia juga. Sekiranya kita tidak cari,kita tidak dapat.
Fitri : betul kata kau. Payahnya orang melayu yang dilahirkan terus Islam bagi meluangkan masa fikirkan hal ini, kan? Sebab kita dianggap selamat, tidak perlu mencari. Tetapi bagi saudara baru, disebabkan mereka sudah menjumpai cinta Tuhanlah , mereka memeluk Islam.
Fahmi : kita tahu apa yang Tuhan suruh, apa yang Tuhan larang. Apa yang Tuhan suka, apa yang Dia tidak suka. Kita ikut dan patuh pun sebenarnya menunjukkan kita cinta pada Tuhan. Kita solat, puasa, dan menjauhi maksiat. Kita tidak mahu Dia murka pada kita. Daripada situlah bermulanya cinta seperti kita cintakan manusia, orang yang bercinta ini buta penderitaan. Apa sahaja sanggup dilakukan demi yang tersayang. Biar dia senang, tenang, riang dan gembira bersama kita.
Fitri : amboi, kau ini bercakap macam sudah banyak pengalaman. Kalahkan aku!
Fahmi : biasalah, pengalaman orang di sekeliling cukup memberi aku pengajaran.
Fitri : kau perli aku ya?
Fahmi : tetapi kita hendaklah sentiasa beringat. Walaupun kita cintakan manusia, balasan cinta yang mereka berikan semula pada kita tidak sama dengan apa yang Tuhan beri sekiranya kita cinta padaNya.
Fitri: selangkah kita hampir padanya,seribu langkah dia ke arah kita.macam lagu Raihan.tetapi kekasih kita tidak semestinya faham apa yang ada dalam hati kita.kita beri hadiah ,hargai ataupun tidak suka.tetapi kita memberi apa2 sahaja pun pada tuhan ,dia pasti menerimanya. dia masukkan di dalam akaun walaupun sekadar sebesar biji sawi, bukan?
Fahmi : begitulah…(senyum)
Fitri: tetapi,jika kita tidak dapat rasa cinta pada tuhan itu seperti kita cintakan manusia,bagimana kita hendak tahu cinta itu lebih daripada segala-galanya?
Fahmi: konsep reda, berserah pada ketentuan…yakini kekuasaannya melebihi kuasa lain.
Fitri: Boleh beri aku contoh?
Fahmi: reda. kita ditimpa musibah. fail exam,putus cinta,kehilangan orag yang tersayang,kita sabar,tidak salahkan takdir.kita tidak mogok ataupun tidak makan empat hari.kita masih sembahyang. teruskan kehidupan macam biasa. itu maknanya, keyakinan kita pada tuhan melebihi segala2nya di dunia ini. maknanya cinta kita kepada tuhan lebih daripada semua itu.
Fitri: Hmm…
Fahmi: itu apabila dalam kesusahan. dalam kesenangan ,ada pula konsep syukur.ujian datang dalam dua bentuk,susah dan senang.ramai orang lupa yang senang itu.contoh yang paling relevan pada zaman sekarang, kita keluar dating dengan kekasih. Seronoknya berjalan dan berbual, abaikan waktu sembahyang. Bukan tidak mendengar azan. Dating di KLCC, masjid besar sebelah sahaja. Tetapi sebab kekasih asyik kata, nantilah, kita jalan2 trus terlupa rasa bertuhan, rasa yang diri tu hamba. Tidak ada kuasa yang melebihi kuasaNya. Jika Dia murka, hendak menarik nikmat masa itu juga, Dia boleh buat. Jalan2, tersadung kaki. Tergeliat dan tidak boleh berjalan.
Fitri ; apa2 yang ada pada kita adalah milikNya. Kita tiada hak menyombong dan melupakan Dia. Konsep reda dan syukur, ukur cinta kita pada tuhan, samada lebih daripada segala ataupun belum. Terima kasih Fahmi. Kau sudah hilangkan resah hati aku. Aku yakin kita ini sudah mempunyai cinta pada tuhan.

Fahmi : Insya-Allah…Alhamdulillah, Dia member kita masa bincangkan hal ini hari ini. Terima kasih pada kau juga sebab buat aku terfikir sekali.
Fitri : fahmi, tolong ingatkan aku sekali ya? Aku takut aku terlupa nanti. Lebih2 lagi apabila sudah ada cinta lain. Kau faham, bukan? Aku hendak kau selalu tengok-tengokkan aku, tegur aku jika Nampak aku silap di mana2.
Fahmi : sama-samalah kita nanti ya? Aku pun bukannya maksum. Ada buat silap juga. Berpesan-pesan pada kebenaran dan kesabaran. Itulah fungsi sahabat.
Sahabat, bercinta dengan Tuhan itu tak susah. Bercinta dengan manusia itu yang lebih payah. Dengan Tuhan, cintaNya tak da syarat. Sekiranya seorang hamba tu nak bercinta TuhanNya, bercintalah. Dia tak akan berkata,
“ kau hendak bercinta dengan aku, kena banyak duit.”
“ ada kereta, baru aku timbang-timbangkan.”
“boleh kau kuruskan badan dulu?”
Sebaliknya Tuhan berkata, “Selangkah kau dating padaku, seribu langkah aku dating padamu.” Tuhan sayangkan kita. Jika kita balas balik sayangNya, tentu dia gembira dan menghargai kita.
Apabila Tuhan menyintai kita, Dia melindungi mata kita daripada melihat maksiat, menutup telinga kita daripada mendengar maksiat dan menguncikan mulut kita daripada berkata perkara maksiat. Dia menutup hati kita daripada berhajat ke tempat2 maksiat yg tak mendatangkan apa2 faedah, malah keburukan pada kita.
Tuhan menyuruh kita meletakkan cinta yg mudah dan membawa keuntungan ini di tempat teratas. Bukan tak boleh menyintai yg lain, tetapi sebelum tu perlu cintakan Tuhan dulu. Apabila kita ingat Dia semasa kita cintakan manusia, kita dapat mengawal perjalanan cintatu supaya sentiasa terpandu dalam kebaikan. Pasti Tuhan meredhai dan merestui cinta kita pd yg lain.
Semoga kita sama2 dapat mencari cintaNya, cinta yg tak bersyarat tetapi masih berbalas. AMIN..=)
TAKKAN KAU RASAI INDAHNYA CINTA, ANDAI TIADA CINTA BUAT YANG ESA..
22 Mac 2010
Dia contoh untuk manusia berdosa…
Dia tidak teragak-agak untuk menyeksa sesiapa sahaja yang dia ketahui menganut agama suci itu. Padanya, tiada yang benar melainkan latta, uzza dan 360 berhala yang terdapat di Kaabah.
Satu hari, kerana tidak tertahan dengan perkembangan Islam, dan kerana keberaniaannya amat tinggi, dia bergerak untuk memenggal sendiri kepala Rasulullah SAW. Di tengah perjalanan, dia ditahan, dan diberitahu bahawa adiknya dan iparnya sendiri telah beriman.
Bergerak dia menyergah. Adik perempuan lemah ditampar. Ketika melihat darah tersembur dari mulut adik perempuannya, Allah melembutkan hatinya. Segera dia merasionalkan diri, lantas hendak memeriksa terlebih dahulu lembaran-lembaran yang adiknya bacakan sebelum kedatangannya tadi.
“Toha, Kami tidak menurunkan Al-Quran ini kepada kau untuk menanggung kesusahan. Tetapi untuk mereka yang takut melanggar perintah Allah…” Surah Toha, ayat 1-3.
Dan hatinya terbuka, disentuh cahaya.
Dari segelap jahiliyyah kepada seterangan cahaya hidayah, Umar Al-Khattab, berubah setiap darjah dalam 360 darjah.
Ya. Siapa yang tidak kenal dengan Umar Al-Khattab RA. Khalifah Ar-Rasyidin yang ke-2 dalam sejarah Islam. Terkenal sebagai antara yang terapat dengan Rasulullah SAW, bersama Abu Bakr RA. Dia amat popular dengan ketegasan dan keadilannya. Dia juga adalah yang berjaya menyebarkan Islam paling luas, dan rakyat di zamannya adalah paling soleh dalam sejarah.
Berbeza dengan Abu Bakr RA yang memang sedari zaman jahiliyyah tidak menyembah berhala dan meminum arak, Umar Al-Khattab RA adalah penyembah berhala tegar, peminum arak kuat, dan sering sahaja mengikuti pesta-pesta di pasar Ukkaz(tempat pesta orang quraisy).
Dia adalah seorang yang amat bijak, cerdik dan bijaksana. Namun kita dapat melihat betapa kebijaksanaannya terutup dengan jahiliyyah yang merantai jiwa.
Pernah satu ketika, selepas keislamannya, dia sekali menangis keseorangan, kemudian dia ketawa.
Orang bertanya: “Kenapa kau begitu wahai amirul mu’minin?”
Umar Al-Khattab menjawab: “Aku menangis, kerana aku teringat bahawa, ketika zaman jahiliyyah, aku menanam anak perempuanku hidup-hidup. Yang membuatkan aku hiba, adalah ketika kuletakkan anak perempuanku ke dalam lubang untuk ditanam, dia menyapu janggutku yang terkena debu pasir. Tetapi aku sedikit pun tidak terasa ketika itu, lantas terus menerus menanamnya hingga habis”
Begitu sekali kekerasan hatinya. Sehingga menutup akalnya yang bijaksana, bahawa anak itu satu nikmat yang berharga. Maka apakah yang membuatkan kau ketawa wahai Umar?
“Aku teringat dahulu, ketika hendak berniaga ke syam, aku akan membawa berhala yang dibuat dari tamar, agar mudah disembah di tengah perjalanan. Tetapi, apabila lapar, aku akan mengopek berhala itu, dan memakannya. Itu membuatkan aku ketawa”
Ketawa kerana dia melihat, betapa bodohnya dia ketika itu. Taksubnya kepada berhala, sehingga dia tidak perasan bahawa berhala itu tidak mampu melakukan kepadanya apa-apa, malah dia boleh memakan ‘tuhannya’ itu. Namun kerna kejahilannya, dia tidak nampak hal itu di zaman jahiliyyahnya.
Begitulah pekatnya jahiliyyah Umar RA.
Tetapi sepekat dan segelap mana pun Umar Al-Khattab, dengan beberapa ayat Al-Quran, hatinya tersentuh dan terbuka. Kenapa?
Kerana dia berjaya mengajak dirinya, duduk dan bermuhasabah. Ketika dia menampar adik perempuannya, melihat adik perempuannya tersungkur bersama darah tersembur, dia telah berjaya menjemput rasional dalam dirinya, membuka sedikit pintu hatinya, dengan berkata secara tidak langsung kepada jiwanya: “Apa salahnya aku tengok dahulu apa yang Muhammad bawa ini?”
Dan dengan sedikit yang terbuka tadi, sinar hidayah Allah menerobos masuk, membuka hati Umar RA seluas-luasnya.
Siapakah antara kita yang membuka hati kita kepada Islam?
Rata-rata kita bila diajak melakukan kebaikan, kita akan berkata awal-awal: “Susah lah, payah la, ish, tak terkongkong ke? Pakai tudung tu panas la, solat lima hari sekali tu leceh la” Dan pelagai alasan lagi, menutup serapat-rapatnya jiwa kita dengan pelbagai alasan yang tidak munasabah. Sebab itu, walaupun kita tidak seteruk Umar di zaman jahiliyyah, kita tetap tidak berjaya mendakap kebaikan Islam.
Islamnya Umar, dia berubah 360 darjah. Setiap juzu’ hidupnya berubah. Jika jahiliyyahnya dia merupakan seorang yang amat berani dalam menentang Islam, maka ketika Islamnya, dia adalah yang paling berani menyebarkan agama Allah itu.
Dialah yang berkata kepada Rasulullah SAW:
“Ya Rasulullah, bukankah kita ini adalah yang benar?”
Rasulullah SAW menjawab: “Ya”
“Maka marilah kita keluar, beribadah secara terang-terangan”
Semenjak hari itulah ummat Islam berani melakukan solat secara terang-terangan di Masjidil Haram. Umar memimpin satu bari, manakala Hamzah memimpin satu baris. Membuatkan semua orang quraisy ketika itu amat menggeruni orang Islam dan tidak berani memperapa-apakan mereka secara berlebihan seperti sebelumnya.
Umarlah yang paling yakin dengan Allah SWT, ketika berhijrah, dia tidak bersembunyian. Dia mengumumkan penghijrahannya dan berkata:
“Kepada sesiapa yang ingin isterinya menjadi janda, anaknya menjadi yatim, ibunya kehilangan anak, maka berjumpalah aku di lembah berdekatan ini, sesungguhnya aku hendak berhijrah”
Dan tiada sesiapa yang berani menghalang Umar.
Umar RA bersungguh-sungguh dalam mempertingkatkan dirinya. Dia sentiasa berusaha membersihkan jiwanya. Satu hari dia pernah berkata kepada Rasulullah SAW:
“Ya Rasulullah, kau adalah manusia yang paling aku cinta, selepas diri aku”
Memang, logiknya, kita akan mengasihi diri kita, lebih sikit dari manusia yang paling kita cinta bukan? Umar juga manusia biasa ketika itu.
Tetapi Rasulullah SAW menjawab: “Tidak sempurna iman seseorang itu, melainkan diriku, lebih dicintainya, dari anak-anak dan dirinya”
Maka kita dapat melihat kecintaan Umar RA kepada Rasulullah SAW melebihi kecintaannya pada dirinya, dalam beberapa peristiwa:
Pertama: Ketika beliau berziarah ke rumah Rasulullah SAW, dan melihat rumah baginda tiada apa-apa, melainkan satu alas tidur dibuat dari pelepah tamar, yang ketika Umar datang, Rasulullah baru bangkit darinya lalu kelihatan birat-birat alas itu di belakang tubuh baginda. Dan selain alas itu, hanya ada satu pengisar gandum.
Umar menangis. Lantas berkata: “Ya Rasulullah, raja-raja rom dan parsi, mempunyai katil dan istana yang luas. Engkau ya Rasulullah, lebih berhak ke atas semua itu”
Kita? Terasa kah kita dengan perjuangan Rasulullah SAW menyampaikan keimanan kepada kita?
Kedua: Ketika Rasulullah SAW wafat, Umar tidak mampu menerimanya kerna kecintaan yang sangat mendalam dalam jiwanya. Terasa, seakan-akan dirinya yang ditarik pergi. Menyebabkan dia akhirnya ‘terjatuh’ sedikit dari kewarasannya, kerna cintanya yang amat mendalam, lantas mengembarkan pedang sepanjang jalan dan menerit:
“Sesiapa yang menyatakan bahawa Rasulullah SAW telah wafat, maka pedang ini akan menjadi habuan lehernya!”
Begitu juga sebelumnya, Umar lah yang mempertahankan Rasulullah apabila ada seorang badwi menyentap rida’ Rasulullah, hingga leher baginda menjadi merah. Umar hendak memenggal kepala arab badwi itu, dan Rasulullah SAW menghalang.
Begitulah juga ketika Abdullah ibn Ubay ibn Salul menjadi amat melampau dalam kemunafikannya, Umar menawarkan diri untuk menebas kepala Ketua Munafik itu, namun Rasulullah juga menghalangnya. Umar, adalah manusia terpantas dalam mempertahankan Rasulullah SAW.
Ketiga: Semasa Umar RA menjadi khalifah, dia pernah bertanya kepada anaknya Hafsah, yang menjadi isteri Rasulullah SAW.
“Wahai Hafsah, apakah makanan paling sedap yang Rasulullah SAW pernah makan di rumah? Maka makananku yang paling sedap di rumahku, adalah itu”
Rasulullah SAW, dengan rumah yang ada satu pengisar gandum sahaja, yang rumah baginda kadangkala berhari-hari dapurnya tidak mengeluarkan asap, agaknya apakah yang makanan tersedap yang baginda makan?
Umar, dia menetapkan dirinya sedemikian, kerna cintanya yang mendalam.
Pernah sekali, ketika dia menjadi amirul mu’minin, tubuhnya kurus kering. Hingga orang di sekelilingnya menyatakan kepadanya agar dia tidak memaksa diri. Dia berkata:
“Dua sahabatku telah pergi, dan aku sedang berada di atas jalan yang pernah mereka lalui”
Dua sahabat itu adalah Rasulullah SAW dan Abu Bakr RA.
Umar RA benar-benar bersungguh dalam mengikuti jejak Rasulullah SAW, mencontohi baginda dalam segenap kehidupan.
Itulah dia Umar Al-Khattab. Yang saya tulis ini, secebis sahaja. Bukan hendak menceritakan kisahnya seluruhnya. Tetapi sekadar hendak menarik perhatian pembaca, bahawa Umar Al-Khattab ini asalnya seorang pendosa, penyembah berhala, peminum arak.
Tetapi dia berjaya menjadi yang terbaik di dalam Islam. Antara 10 yang diberitakan syurga semasa masih hidup. Menjadi Khalifah kepada seluruh ummat Islam. Hebatnya dia, hingga Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Sekiranya Umar melalui satu lorong, maka syaitan akan memilih lorong lain dari bertembung dengannya”
“Sekiranya ada lagi nabi selepas aku, maka dialah Umar”
Asalnya, dia adalah orang yang hendak membunuh Rasulullah SAW dengan tangannya sendiri!
Macam mana kita?
Sekeras dan segelap Umar, dia memberikan sedikit ruang untuk melihat apa yang Rasulullah SAW bawa, dan dari sedikit ruang itu, Allah membukakan kepadanya hidayah-Nya.
Bagaimana kita? Pernahkah kita membuka ruang pada diri kita, untuk mendalami Islam?
Umar Al-Khattab, ternyata contoh untuk para pendosa, agar kembali kepada-Nya.
Dia berjaya membuktikan bahawa, tiada yang rugi apabila manusia kembali kepada-Nya.
02 Januari 2010
tukang gunting rambut

Pada suatu hari, seorang pemuda pergi ke kedai gunting rambut. Dia berbual-bual dengan tukang gunting rambut itu mengenai banyak perkara dan tiba ke perbincangan berkaitan Tuhan.
“saya tidak percaya kewujudan Tuhan,” kata tukang gunting rambut.
“kenapa awak kata begitu?” Tanya pemuda itu dengan nada terperanjat.
“mudah saja. Saudara keluar dari kedai ini, perhatikan di jalan dan saudara bersetuju dengan saya. Sekiranya Tuhan wujud, kenapa ada orang yang sakit? Kenapa ada anak-anak yg terbiar? Sekiranya benar Tuhan wujud, pasti tidak ada kesengsaraan. Saya yakin Tuhan tidak membiarkan sahaja perkara sedemikian.”
Pemuda itu senyap sahaja kerana dia tidak mahu menimbulkan sebarang kekecohan semasa sedang menggunting rambut.
Selepas itu, pemuda itu pun meninggalkan kedai tersebut. Tiba-tiba dia terpandang seorang lelaki di jalanan yg kusut-masai. Rambutnya panjang tidak terurus seperti memang sudah lama tidak mengguntingnya.
Pemuda itu kembali masuk ke kedai gunting rambut tadi. “Awak tahu sesuatu? Saya tidak rasa tukang gunting rambut wujud!”
“eh, bagaimana pula?” Tanya tukang gunting rambut tadi. “saya seorang tukang gunting rambut dan saya ada di sini!”
“tidak!” Pemuda itu menafikan. “ mereka tidak wujud kerana jika mereka wujud, sudah tentu tidak ada manusia yg berambut panjang seperti lelaki di jalanan itu.”
“Ah, begitu rupanya. Habis, mereka yang tidak datang mencari saya?”
“tepat sekali!” jawab pemuda itu dengan sebuah senyuman. “Tuhan memang wujud cuma manusia yang tidak mencariNya. Sebab itulah wujudnya banyak kesakitan dan penderitaan di dunia ini.?”
17 November 2009
Militan Abas dan dan tentera Israel mengupah pasukan pemusnah di perumahan Palestin di Tulkarem.
Ahad,15/11/2009 – Militan Mahmoud Abbas dan tentera rejim Zionis di Tulkarem telah melancarkan serangan ke atas sejumlah rumah milik penyokong Hamas di kawasan bandar dan telah menculik seorang bekas pegawai atasan dalam Kementerian Kerajaan Tempatan selepas dia dipanggil untuk siasatan.
Sumber-sumber tempatan Palestin mengatakan bahawa Abbas telah menyerbu dan melakukan rompakan sebelum tengah malam kemarin ke atas sejumlah rumah dan merampas sebahagian harta benda tetapi tiada sebarang penangkapan dilaporkan.
Walau bagaimanapun, pada pagi ahad lalu Militan Abbas telah menculik Fathallah Al-Sa’iedi iaitu seorang bekas pegawai atasan di kementerian kerajaan tempatan, selepas memanggil beliau untuk penyiasatan. Sa’iedi pernah berkhidmat sebagai pembantu menteri di dalam kementerian sebelum ia diberhentikan oleh Pihak Berkuasa Palestin (PA) untuk bergabung dengan Hamas.
sumber : http://www.palestine-info.co.uk/en/
penterjemah : rohiez
Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:・Tidak sempurna iman seseorang dari kamu sehingga ia suka saudaranya mendapat (kebaikan seperti) apa yang ia sendiri suka mendapatnya. (Riwayat Bukhari dan Muslim)
28 Oktober 2009
Mental Block

Dalam entry kali ini, saya ingin berkongsi dengan sidang pembaca sekalian tentang apa itu Mental Block. Ada pepatah mengatakan WHAT DO YOU BIG THINK,THE OUTPUT BIG TOO.
Mental Block ini adalah sesuatu yang menyekat daya berfikir, keyakinan diri bahkan sekaligus memberi kesan ke atas kemajuan diri.
Jadi, bagaimana menghilangkan MENTAL BLOCK tersebut?
1.Berfikiran OPTIMIS
2.BERTINDAK OPTIMIS dan YAKIN
3.ANALIS seuatu perkara tersebut dengan serius.
4.Sewaktu TIDUR,OTAK BAWAH SADAR kita akan MULAI BEKERJA,oleh itu sentiasa fikirkan KATA-KATA yang POSITIF sebelum tidur.
YAKINLAH HASIL YANG DILAKUKAN DARI USAHA INI AKAN SANGAT LUAR BIASA
Ayuh cuba, kerana seperti yg kita sedia maklum, otak yg Allah cipta ini sangat hebat.
Jika kita fikir kita lemah, kita akan terus lemah kerana otak kita sudah set bahawa kita lemah. Tetapi sebaliknya pula berlaku jika kita fikir kita hebat. Kesimpulannya, kita adalah apa yg kita fikirkan..
Itulah salah satu tanda kekuasaan Allah Yang Maha Hebat
wallahualam
Mari Menjadi Hamba
04 September 2009
Kitab : KITAB SIFAT ZUHUD DAN LEMAH LEMBUT

Bab : Bab Ditegah Memuji Secara Berlebihan Dan Dikhuatiri Akan Menimbulkan Fitnah Kepada Orang Yang Dipuji
5319. Hadis Abu Bakrah r.a katanya:
Seorang lelaki telah memuji seorang lelaki di hadapan Nabi s.a.w, lalu Rasulullah s.a.w bersabda: Celaka kamu! Kamu telah memenggal leher temanmu. Kamu telah memenggal leher temanmu. Rasulullah s.a.w mengulangi ucapan tersebut beberapa kali. Sekiranya seseorang di antara kamu mesti memuji sahabatnya maka hendaklah dia berkata aku kira si anu itu begini-begini, Allah lah yang lebih mengetahui tentang dirinya. Aku tidak memuji sesiapa pun di hadapan Allah. Aku menghitungnya (memujinya) begitu dan begini sekiranya dia memang mengetahui hal itu.
5321. Hadis Abu Musa r.a katanya:
Rasulullah s.a.w telah mendengar seorang lelaki sedang memuji seorang lelaki secara berlebih-lebihan, lalu Rasulullah s.a.w segera bersabda: Sesungguhnya kamu telah menghancurkan atau memotong belakang seorang lelaki.
p/s: teringat pesanan kak hidayah nawawi, kalau betul orang tu ikhlas betul-betul nak puji, dia takkan puji. Dia hanya memuji Allah di dalam hati tentang kecantikan atau kelebihan yg ada pd seseorang..Ya Allah, jauhkanlah kami dari fitnah.
Pesan roh kepada manusia
Apabila roh keluar dari jasad, ia akan berkata-kata dan seluruh isi alam sama ada di langit atau bumi akan mendengarnya kecuali jin dan manusia. Apabila mayat dimandikan, lalu roh berkata : "Wahai orang yang memandikan, aku minta kepadamu kerana Allah untuk melepaskan pakaianku dengan perlahan-lahan sebab pada saat ini aku beristirahat daripada seretan malaikat maut". Selepas itu, mayat pula bersuara sambil merayu : "Wahai orang yang memandikan, janganlah engkau menuangkan airmu dalam keadaan panas. Begitu juga jangan menuangnya dengan air yang dingin kerana tubuhku terbakar apabila terlepasnya roh dari tubuh"
Apabila dimandikan, roh sekali lagi merayu :"Demi Allah, wahai orang yang memandikan jangan engkau menggosok aku dengan kuat sebab tubuhku luka-luka dengan keluarnya roh". Setelah dimandi dan dikafankan, telapak kaki mayat diikat dan ia pun memanggil-manggil dan berpesan lagi supaya jangan diikat terlalu kuat serta mengafani kepalanya kerana ingin melihat wajahnya sendiri, anak-anak, isteri atau suami buat kali terakhir kerana tidak dapat melihat lagi sampai Hari Kiamat.
Sebaik keluar dari rumah lalu ia berpesan : "Demi Allah, wahai jemaahku, aku telah meniggalkan isteriku menjadi Balu. Maka janganlah kamu menyakitinya.Anak-anakku telah menjadi yatim dan janganlah kalian Menyakiti mereka. Sesungguhnya pada hari itu aku telah keluar dari rumahku dan aku tidak akan dapat kembali kepada mereka buat selama-lamanya". Sesudah mayat diletakkan pada pengusung, sekali lagi diserunya kepada jemaah supaya jangan mempercepatkan mayatnya ke kubur selagi belum mendengar suara anak-anak dan sanak saudara buat kali terakhir.
Sesudah dibawa dan melangkah sebanyak tiga langkah dari rumah, roh pula berpesan: "Wahai Kekasihku, wahai saudaraku dan wahai anak-anakku, jangan kamu diperdaya dunia sebagaimana ia memperdayakan aku dan janganlah kamu lalai ketika ini sebagaimana ia melalaikan aku". "Sesungguhnya aku tinggalkan apa yang aku telah aku kumpulkan untuk warisku dan sedikitpun mereka tidak mahu menanggung kesalahanku". "Adapun didunia, Allah menghisab aku, padahal kamu berasa senang dengan keduniaan. Dan mereka juga tidak mahu mendoakan aku".
Ada satu riwayat drp Abi Qalabah mengenai mimpi beliau yang melihat kubur pecah. Lalu mayat-mayat itu keluar dari duduk di tepi kubur masing-masing. Bagaimanapun tidak seorang pun ada tanda-tanda memperolehi nur di muka mereka. Dalam mimpi itu, Abi Qalabah dapat melihat jirannya juga dalam keadaan yang sama. Lalu dia bertanya kepada mayat jirannya mengenai ketiadaan nur itu. Maka mayat itu menjawab: "Sesungguhnya bagi mereka yang memperolehi nur adalah kerana petunjuk drpd anak-anak dan teman-teman. Sebaliknya aku mempunyai anak-anak yang tidak soleh dan tidak pernah mendoakan aku".
Setelah mendengar jawapan mayat itu, Abi Qalabah pun terjaga. Pada malam itu juga dia memanggil anak jirannya dan menceritakan apa yang dilihatnya dalam mimpi mengenai bapa mereka. Mendengar keadaan itu, anak-anak jiran itu berjanji di hadapan Abi Qalabah akan mendoa dan bersedekah untuk bapanya. Seterusnya tidak lama selepas itu, Abi Qalabah sekali lagi bermimpi melihat jirannya. Bagaimanapun kali ini jirannya sudah ada nur dimukanya dan kelihatan lebih terang daripada matahari.
Baginda Rasullullah S.A.W berkata:
Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai kelutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar.Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu."
Sambung Rasullullah S.A.W. lagi:
"Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibrail A.S. akan menebarkan sayapnya yang di sebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada di sekelilinginya. Ini adalah kerana sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibrail A.S. "Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibrail A.S. akan menebarkan sayap di sebelahkiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang di sekelilinginya. Ini adalah kerana terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya.
Dari sebuah hadis bahawa apabila Allah S.W.T. menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata: "Tidak ada jalan bagimu mencabut rohorang ini melalui jalan ini kerana orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah S.W.T." Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada AllahS.W.T.dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu.
Lalu Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud: "Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain." Sebaik saja malaikat maut mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut pun cuba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu. Maka berkata tangan: Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dariarah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah,tangan ini mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan." Oleh kerana malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan maka malaikat maut cuba pula dari arah kaki. Malangnya malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata: Tidak ada jalan bagimu dari arah ini Kerana kaki ini sentiasa berjalan berulang alik mengerjakan solat dengan berjemaah dan kaki ini juga berjalan enghadiri majlis-majli! s ilmu." Apabila gagal malaikat maut,mencabut roh orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut cuba pula dari arah telinga. Sebaik saja malaikat maut menghampiri telinga maka telinga pun berkata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir." Akhir sekali malaikat maut cuba mencabut orang mukmin dari arah mata tetapi baru saja hendak menghampiri mata maka berkata mata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini sentiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata ini sentiasa menangis kerana takutkan Allah." Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah S.W.T. Kemudian AllahS.W.T. berfirman yang bermaksud:"Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu ditelapak tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang beriman itu." Sebaik saja mendapat perintah AllahS.W.T. maka malaikat maut menghampiri roh orang itu dan menunjukkan AsmaAllah S.W.T. Sebaik saja melihat Asma Allah dan cintanya kepada AllahS.W.T maka keluarl! ah roh tersebut dari arah mulut dengan tenang.
Abu Bakar R.A. telah ditanya tentang kemana roh pergi setelah ia keluar dari jasad. Maka berkata Abu Bakar R.A: "Roh itu menuju ketujuh tempat:-
1. Roh para Nabi dan utusan menuju ke Syurga Adnin.
2. Roh para ulama menuju ke Syurga Firdaus.
3. Roh mereka yang berbahagia menuju ke Syurga Illiyyina.
4. Roh para shuhada berterbangan seperti burung di syurga mengikut kehendak mereka.
5.Roh para mukmin yang berdosa akan tergantung di udara tidak di bumi dan tidak di langit sampai hari kiamat.
6. Roh anak-anak orang yang beriman akan berada di gunung dari minyak misik.
7.Roh orang-orang kafir akan berada dalam neraka Sijjin,mereka diseksa berserta jasadnya hingga sampai hari Kiamat."
Telah bersabda Rasullullah S.A.W: Tiga kelompok manusia yang akan dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya:-
1. Orang-orang yang mati syahid.
2. Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam bulan ramadhan.
3. Orang berpuasa di hari Arafah.